- Pengorganisasian
Secara Etimologi organisasi berasal
dari istilahh Yunani organon dan istilah latin organum yang berarti alat
,bagian,anggota,atau badan. Secara konseptual ada dua batasan yang perlu
dikemukakan, yakni istilah “organization” sebagai kata benda dan “organizing”
(pengorganisasian) sebagai kata kerja, menunjukkan pada rangkaian aktivitas
yang harus dilakukan secara sistematis.
Istilah organisasi memiliki dua arti umum, pertama, mengacu pada suatu lembaga
(institution) atau kelompok fungsional, sebagai contoh kita mengacu pada
perusahaan, badan pemerintah, rumah sakit, atau suatu perkumpulan olahraga.
Arti kedua mengacu pada proses pengorganisasian, sebagai salah satu dari fungsi
manajemen. Dalam literatur dewasa ini,arti organisasi beraneka ragam,
tergantung dari sudut mana ahli yang bersangkutan mmelihatnya. Walaupun
demikian ,perbedaan arti tersebut dapat kita golongkan ke
dalam beberapa pengertian.
dalam beberapa pengertian.
a. Menurut G. R
Terry: pengorganisasian berasal dari kata organism (organisme) yang
merupakan sebuah eititas dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa
sehingga hubungan mereka satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka
terhadap keseluruhan.
b. Menurut Siagian
(1983): Pengorganisasianadalah keseluruhan pengelompokan orang-orang,
alat-alat, tugas, tugas,kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga
tercipta suatuorganisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan
yang telah ditetapkan.
c. Drs.H. Malayu S. P.
Hasibuan: adalah suatu proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan
bermacam-macam aktifitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan
orang - orang pada setiap aktifitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan,
menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu
yang akan melakukan aktifitas-aktifitas tersebut.
d. T. Hani handoko: sesuatu yang
digambarkan sebagai sesuatu yang tersentralisasi dan berisi tugas-tugas yang
sangat terspesialisasikan.
e. Kamus lengkap bahasa indonesia:
Pengorganisasian adalah merupakan kegiatan merancang dan merumuskan struktur.
Kesimpulannya pengorganisasian adalah
langkah untuk merancang struktur organisasi, menetapkan, menggolongkan dan
mengatur bebagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok, wewenang dan
pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan
organisasi dengan efisien.
- Fungsi Pengorganisasian
Kegiatan
dalam Fungsi Pengorganisasian yaitu:
a. Mengalokasikan
sunber daya,merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang
diperlukan.
b. Menetapkan
struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung
jawab.
c. Kegiatan
perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengambangan sunber daya manusia/tenaga
kerja.
d. Kegiatan
penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat.
- Tujuan Pengorganisasian
Tujuan
pengorganisasian adalah agar dalam pembagian tugas dapat dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab. Dengan pembagian tugas diharapkan setiap anggota
organisasi dapat meningkatkan keterampilannya secara khusus (spesialisasi)
dalam menangani tugas-tugas yang dibebankan. Apabila pengorganisasian itu
dilakukan secara serampangan, tidak sesuai dengan bidang keahlian seseorang,
maka tidak mustahil dapat menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan
itu.
- Syarat-syarat Pengorganisasian
Ada beberapa syarat utama
pengorganisasian, yaitu:
1.
Adanya
sekelompok orang yang bekerja bersama;
2.
Adanya
tujuan-tujuan berganda yang hendak dicapai;
3.
Adanya
pekerjaan yang akan dikerjakan;
4.
Adanya
penetapan dan pengelompokan pekerjaan;
5.
Adanya
wewenang dan tanggungjawab;
6.
Adanya
pendelegasian wewenang;
7.
Adanya
hubungan (relationship) antara satu sama lain anggota;
8.
Adanya
penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan;
9.
Adanya
tatatertib yang harus ditaat.
- Unsur-unsur Pengorganisasian
Secara sederhana organisasi memiliki tiga unsur, yaitu ada orang, ada
kerjasama, dan ada tujuan bersama. Tiga unsur organisasi itu tidak berdiri
sendiri-sendiri, akan tetapi saling kait atau saling berhubungan sehingga
merupakan suatu kesatuan yang utuh. Adapun unsur-unsur organisasi secara
terperinci adalah:
a. Man
(orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketata lembagaan sering
disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri
dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya
terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi
dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai
dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (non management/workers). Semua
itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
b. Kerjasama,
merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan
secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua
anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi
administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan
kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
c. Tujuan,
merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang
akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa
yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai
melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi,
anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah
ditetapkan.
d. Peralatan
(Equipment), merupakan Unsur yang keempat yaitu peralatan atau equipment yang
terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal
lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).
e. Lingkungan
(Environment), Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Yang
termasuk dalam unsur lingkungan sebagai berikut:
1. Kondisi
atau situasi, yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh
terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi akan
selalu mengalami perubahan.
2. Tempat
atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi
yang harus dilakukan oleh organisasi.
3. Wilayah
operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.
- Prinsip Organisasi
a. Perumusan
Tujuan yang Jelas
Saat melakukan sebuah aktivitas,
yang pertama harus jelas adalah apa yang menjadi tujuan aktivitas tersebut.
Demikian pula bila kita mengorganisasi atau membuat suatu badan, maka yang
pertama harus jelas adalah apa yang menjadi tujuan kita. Tujuan yang akan
memandu setiap orang dalam organisasi. Semakin jelas tujuan yang akan diraih
maka semakin mudah pula organisasi menentukan langkah yang tepat.
b. Pembagian
kerja atau departementasi
dalam sebuah organisasi ,pembagian
kerja adalah keharusan, sebab tanpa adanya pembagian kerjakemungkinan
terjadinya tumpang tindih tugas dan menjadi amat berat. Pembagian kerja pada
akhirnya akan menghasilkan
deprtemen-departemen dari masing-masing
unsure sampai unit –unit terkecil dalam oorganisasi. Dengan pembagian kerja
,dapat di tetapkan sekaligus susunan organisasi dan hubungan serta wewenang
masing-masing unit dalam orgaisasi.
c. Delegasi Kekuasan ( Delegation of Authory)
salah satu prinsip pokok setiap
organisasi adalah deegasi kekuasaan atau pelimpahan wewenang. Kekuasaan atau
wewenang merupakan hak sesorang untuk mengambil tindakan yang perlu agar tugas
dan fungsi-fungsinya dapat di laksanakan sebaik-baiknya, wewenang atau ekuasaan
itu terdiri dari berbagai aspek ,antara lain wewenang mengambil keputusan
,wewenang menggunakan sumber daya,wewenang memerintah ,dan wewenang memakai
batas waktu tertentu.
d. Rentangan Kekuasaan
Dengan rentangan kekuasaan di maksudkan
berapa jumlah bawahan seorang pemimpin sehingga pemimpin itu dapat memimpin,
membimbing, dan mengawasi secara baerhasil guna dan berdaya guna
e. Tingkat-Tingkat Pengawasan
Dalam suatu organisasi di usahakan
agar terdapat the east possible number of management levels dan the shorter
possible chain of command. Harus di usahakan agar organisasi sesederhana
mungkin ,agar memudahkan pengawasannya. Dan selain itu juga memudahkan
komunikasi agar ada motivasi bagi setiap orang yang ada di dalam organisasi
untuk mencapai tingkat-tingkat tertinggi di dalam stuktur organisasi.
f. Kesatuan perintah dan
tanggungjawab (Unity of Command and Responsibility)
Menurut prinsip ini,seorang bawahan
hanya mempunyai seorang atasan dari siapa ia menerima perintah kepada siapa ia
memeri pertanggungjawaban akan pelaksanaan tugasnya. Dengan kata lain, prinsip ini berpedoman kepada an
employee should receive orders from one superior only. Salah satu motto yang
terkenal dari prinsip ini adalah no man
can wo bosses atau tidak seorang pun dapat melayana dua atasan sekaligus.
g. Koordinassi
Koordinassi adalah usaha mengarahkan
kegiatan seluruh unit –unit organisasi agar tertuju organisasi secara
keseluruhan .dengan adanya koordinasii akan terdapat keselarassan aktivitas
atntara unit-unit organisasi dalam mencapai tujuan.
- Bentuk-bentuk Organisasi
a. Bentuk
Organisasi Garis (Henry Fayol (Prancis))
Bentuk organisasi yang tertua dan paling sederhana. Penciptanya Henry Fayol dari Prancis, Sering juga di sebut bentuk organisasi militer karena di gunakan pada zaman dahulu di kalangan militer. Ciri-ciri bentyk organisasi garis adalah organisasi masih kecil,jumlah karyawan sedikit dann saling kenal,serta spesialis kerja belum tinggi
Kelebihan:
1.
Kesatuan
komando terjamin baik karena pimpinan beradadi atas satu tangan.
2.
Proses
pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang di ajak
berkonsultasi masih sedikit atau tidak ada sama sekali
3.
Solidaritas
karyawan tinggi karena saling kenal.
Kekurangan:
1.
Jika
sang pemimpin tidak mampu maka akan mudah jatuh, dan bersifat ketergantungan
2.
Ada
kecenderungan bertindak otokratis (berkuasa sendiri secara mutlak)
3.
Kesempatan
berkembang terbatas
b. Bentuk
Organisasi Fungsional (F.W. Taylor.)
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kelebihan:
1.
Pembagian
tugas-tugas jelas.
2.
Spesialisasi
karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
3.
Digunakannya
tenaga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Kekurangan:
1.
Karena
adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
2.
Karyawan
lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
c.
Bentuk Organisasi Garis dan Staf
(Harrington Emerson)
Biasanya digunakan oleh organisasi
besar dengan daerah kerja yang luas dengan bidang tugas yang beraneka ragam
serta rumit. Memiliki satu atau lebih tenaga staf yaitu tenaga ahli yang
memberi saran atau nasihat.
Kelebihan:
1.
Dapat
digunakan oleh tenaga organisasi sebesar apapun dan sekompleks apa pun.
2.
Keputusan
yang sehat dapat diperoleh karena adanya tenaga ahli.
3.
Dapat
mewujudkan “The right man in the right place”.
Kekurangan:
1.
Solidaritas
sukar diwujudkan karena tidak saling kenal
2.
Koordinasi
antara departemen atau divisi kadang sukar diterapkan karena terlalu luasnya organisasi
d. Bentuk
organisasi Fungsional dan Garis
- Proses pengorganisasian
Menurut Stoner (1996) langkah-langkah dalam proses
pengorganisasian terdiri dari lima langkah:
a. Merinci seluruh pekerjaan yang harus
dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
b. Membagi beban kerja ke dalam
kegiatan-kegiatan yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang
atau oleh sekelompok orang.
c. Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan
dengan cara yang logis dan efisien
d. Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi
pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
e. Memantau efektivitas organisasi dan mengambil
langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
Menurut T.Hani Handoko (1999)
proses pengorganisasian dapat ditunjukkan dengan tiga langkah prosedur sebagai
berikut:
a. Pemerincian seluruh kegiatan yang harus
dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Pembagian beban pekerjaan total menjadi
kegiatan-kegiatan yang secara logis dapat dilaksanakan oleh satu orang.
Pembagian kerja ini sebaiknya tidak terlalu berat juga tidak terlalu ringan.
c. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme
untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang
terpadu dan harmonis.
DAFTAR
PUSTAKA
Manullang.
M. 2008 . Dasar-Dasar Manajemen.
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Terry,
George R.. 2006. Asas-Aas Manajemen
.Bandung: P.T .Alumni
Terry,
George R. dan Rue, Leslie W. 1992 .
Dasar-Dasar Manajemen . Jakarta : Bumi Aksara
Semoga Bermanfaat:)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar